Dediariantina’s Weblog

Mei 2, 2012

PEMEKARAN LANTAI SAMUDRA

Filed under: Uncategorized — Dedi Ariantina @ 5:46 am

Hipotesa tentang pemekaran lantai samudra pertama kali dekemukakan oleh Harry Hess pada tahun 1960 dalam tulisannya yang berjudul “Essay in geopoetry describing evidence for sea-floor spreading”. Dalam tulisannya itu diuraikan bukti-bukti dari adanya suatu pemekaran lantai samudra pada pematang tengah samudra (mid oceanic ridges). Hipotesa tentang pemekaran lantai samudra pada dasarnya adalah hipotesa yang mengganggap bahwa bagian kulit bumi yang ada di dasar samudra Atlantik tepatnya di pematang tengah samudra mengalami pemekaran yang disebabakan oleh gaya tarikan (tensional force) yang digerakkan oleh arus konveksi pada mantel bumi (astenosfer). Karena terjadinya pemekaran dan terbukanya lempeng samudra maka magma naik dan memeku, sehingga batuan makin dekat dengan pematang tengah samudra berumur lebih muda dari batuan di luarnya.
Hipotesa tentang adanya pemekaran lantai samudra juga didukung dari data kemagnetan purba (paleomagnetism) dan penentuan umur batuan (rock-dating). Kemagnetan purba adalah ilmu yang mempeajari polaritas arah mganet bumi purba yang terekam pada mineral yang ada di batuan saat batuan tersebut membeku. Seperti diketahui bahwa mineral-mineral yang menyusun batuan seperti magnetit akan merekam arah magnet bumi saat mineral tersebut terbentuk (membeku) yaitu pada temperatur sekitar 5800 C yang disebut sebagai temperatur Currie.
Dari batuan yang diambil dari tengah pematang tengah samudra sampai pada tepi samudra kemudian diteliti mineral yang dikandungnnya menunjukkan arah polaritas dari magnet bumi berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu yaitu ada normal magnet dan reverse magnet dalam selang waktu 400.000 tahun sekali. Polaritas arah magnet bumi yang terekam pada batuan di pematang tengah samudra juga bisa dipakai untuk merekonstruksi posisi awal dari benua (seperti Amerika dan Afrika).
Pada pemekaran samudra meskipun luas samudra menjadi semakin luas, akan tetapi volume atau luas permukaan bumi tetap. Sehingga harus ada bagian kerak bumi di daeah lain yang menyusup masuk ke dalam bumi.
Pemekaran lantai samudra ini merupakan proses pemisahan dua lempeng yang bergerak saling menjauh. Karena pergerakan yang saling menjauh dari lempeng ini membuat adanya retakan yang terbentuk antara lempeng. Di sekitar lempeng tersebut akan terjadi gempa. Pada celah retakan tersebut magma naik dan keluar ke lantai samudra dan kemudian membeku dan akhirnya membentuk gunung api bawah laut.
Ketika magma kontak dengan air maka magma menjadi mendingin dan mengeras, menambah tepi pada sisi pergerakan lempeng. Penumpukan magma yang keluar dari rekahan tersebut yang akhirnya membentuk suatu rangkaian panjang gunung yang perlahan-lahan terbentuk pada lantai samudra. Rangkain pegunungan ini disebut oceanic ridge.
Pada batas dimana lempeng bergerak memisah akan ada zona kontruktif. Karena kerak baru terbetuk pada pematang tengah samudra dan menambah lantai samudra. Secara perlahan-lahan memanjang sehingga ukuran pada lempeng ini juga meningkat. Pada tempat lain akan terjadi penyempitan permukaan bumi yaitu pada zona subduksi.
Contoh dari sebuah oceanic ridge adalah Mid-Atlantic Ridge. Ini adalah satu bagian dari sebuah sistem dari mid-oceanic ridges dengan rentang 50.000 mil melalui samudra. Gunung bawah laut dari ridge mungkin tidak lebih dari 2 mil diatas dari dasar laut sekitarnya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: