Dediariantina’s Weblog

April 24, 2012

Eksplorasi Energi Panas Bumi Dengan Metode Geolistrik

Filed under: Uncategorized — Dedi Ariantina @ 12:49 pm

Geothermal atau panas bumi merupakan energi alternatif yang ada sekarang, dengan keadaan sumber minyak dan gas bumi yang semakin langka. Di Indonesia sumber energi panas bumi juga tersebar di banyak tempat, tetapi belum semuanya dieksplorasi apalagi di ekploitasi. Diperkirakan Indonesia mempunyai potensi sumber daya sekitar 20.000 MW sumber panasbumi. Sampai saat ini baru sekitar 3,04% dari sumber daya yang ada atau kurang dari 1000 MW yang sudah dieksplorasi. Hal ini disebabkan biaya untuk eksploitasi sumber panas bumi masih tergolong belum ekonomis, karena besarnya biaya produksi dibandingkan harga jual.
Geothermal dapat diartikan sebagai jumlah kandungan panas yang tersimpan dalam bumi yang membentuk sistem panas bumi yang telah ada sejak awal bumi terbentuk. Suatu sistem panas bumi merupakan merupakan sistem hidritermal, yaitu sistem pemanasan air dimana panas bumi memanaskan air yang terkumpul, sehingga persyaratan sistem panas bumi yaitu adanya air, batuan pemanas, batuan sarang dengan porositas yang tinggi, dan batuan penutup yang berfungsi menahan agar panas tidak keluar dari tempat tersebut.
Metode yang paling sering digunakan untuk penelitian dan eksplorasi panas bumi adalah metode geolistrik, khususnya dengan mendeteksi tahanan jenis dari suatu daerah yang diteliti. Hal ini bermanfaat karena dapat menentukan distribusi tahanan jenis dari batuan-batuan yang ada di bawah permukaan bumi dengan itu dapat diinterpretasi material-material yang ada di permukaan bumi.
Metode tahanan jenis terutama sangat berguna untuk daerah-daerah yang mempunyai kontras atau perbedaan tahanan jenis yang cukup jelas dengan daerah sekitarnya, seperti pada daerah suber daya panas bumi.
Dengan metode geolistrik, struktur di bawah permukaan daerah panas bumi dapat dipetakan guna penyelidikan panas bumi. Struktur ini dapat diperlihatkan melaui penampang tahanan jenis dari struktur bawah permukaan bumi yang mencerminkan sifat fisik dari lapisan di dalam permukaan daerah tersebut.

Metode geolistrik dilakukan dengan pengukuran beda potensial pada titik-titik di permukaan yang dilakukan dengan produksi langsung arus yang dialirkan ke bawah permukaan. Hal ini dilakukan guna mengetahui perbedaan-perbedaan atau kontras tahanan jenis material di bawah permukaan bumi dan kemudian digunakan untuk mengiterpretasi material-material yang ada di bawah permukaan bumi.
Berdasarkan tujuan dan cara pengubahan jarak elektroda, survey geofisika dibagi menjadi dua yaitu mapping dan sounding.
Pada mapping digunakan untuk mengetahui persebaran tahanan jenis dari material secara lateral atau horizontal pada kedalaman tertentu di bawah permukaan bumi. Jarak antar elektroda dibuat tetap sesuai dengan kedalaman daya penetrasi atau kedalaman tempat yang ingin dideteksi tahanan lateralnya, kemudian susunan elektroda dipindahkan menurut jalur urutan tertentu.
Pada sounding digunakan untuk mendeteksi perbedaan tahanan jenis material di bawah permukaan bumi secara vertikal, jarak antar elektroda diperbesar pada suatu arah bentangan pada suatu titik tertentu.

Gambar 2. Skema metode tahanan jenis metode Schlumberger

Konfigurasi geolistrik Schlumberger yang biasa digunakan bertujan untuk mengidentifikasi diskontinuitas lateral atau anomali konduktif lokal. Arus dinjeksikan melalui elektroda AB, dan pengukuran beda potensialnya dilakukan pada elektroda MN, dimana jarak elektroda arus (AB) jauh lebih besar dari jarak elektroda tegangan (MN).
Karena sifat bumi yang umumnya berlapis, sehingga lapisan yang diukur tidak homogen, dengan keadaan ini bisanya tahanan jenis yang terukur itu adalah tahanan jenis semu atau apparent resistivity.
Besar tahanan jenis semu dipengaruhi oleh konfigurasi elektroda yang digunakan, hal ini disebabkan karena setiap konfigirasi elektroda memiliki faktor yang berbeda dalam perhitungan penentuan tahanan jenis semu berdasarkan pada susunan dari elektrodanya.

Referensi

Sulistyarini, Ika Yulia. 2011. “Aplikasi Metode Geolistrik
Dalam Survey Potensi Hidrothermal (Studi Kasus: Sekitar Sumber Air Panas Kasinan Pesanggrahan Batu)”.www.nitropdf.com/Jurnal Neutrino.
Minarto, Eko. – . Pemodelan Inversi Data Geolistrik Untuk Menentukan Struktur Perlapisan Bawah Permukaan Daerah Panasbumi Mataloko. http://www.its.ac.id/Penelitian 4

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Buat website atau blog gratis di WordPress,com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: